Hari ini seperti biasa setiap hari selasa aku melakukan perjalanan dari Cikampek ke Karawang,sebuah rutinitas menjemput anak bungsuku yg melakukan ekskul di sekolah. Aku melakukan perjalanan dengan kereta api yg murmer tapi adem...nyaman (kalau ngga ada rombongan anak² paud atau tk yg habis tour) dan yang pasti tepat waktu sesuai jadwal.
Perjalanan pulang pergi aku tempuh dengan kereta. Dari Cikampek jam 2 dan dari Karawang jam 4.
Sampai di Cikampek setengah 5 dan sambil menunggu dijemput,seperti biasa kami mampirlah ke roti O untuk membelinya. Perlu diketahui,pembayaran di outlet ini sudah cashless artinya hanya menerima pembayaran non tunai alias pakai atm atau uang digital. Singkat cerita ada seorang mbak² atau teteh² sekitaran usia 23 25 tahunan,dia ingin membeli 1 buah roti yg harganya 13 ribu,kemudian dia memberikan kasir uang 20 ribuan,dan sang kasir bilang bahwa sudah tdk menerima pembayaran tunai,si mbak ini bilang..maaf ngga jadi,saldonya ngga cukup...aku cukup kaget mendengarnya,karena mbak² ini kelihatan keren,handphone yg dia pakai pun iphone. Dari situ aku dpt pelajaran lagi dan lagi seperti yg sudah-sudah,bahwa penampilan luar seseorang itu kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Banyak orang saat ini terlalu memaksakan diri tampil supaya dilihat orang meskipun dibelakang entah bagaimana caranya dan spt apa kondisinya. Sekali lagi aku bersyukur dari usia muda hingga saat ini...apapun yg aku pakai,aku ingini semua aku sesuaikan dengan kemampuan.